Senin, 04 Januari 2016

Pemakaman Rindu



             Akhir tahun ya?
Oh iya sudah berapa kali aku meneteskan air mata untuk kau yang tak pernah jadi nyata? Aku selalu menjengukmu, tapi kenapa kau masih diam membisu? Beku seperti api, itulah kau !.
Aku yang selalu menghiasi makam mu dengan do'a sekaligus bunga mawar yang berwarna hitam seperti kebencian akan dirimu dengan cinta. Apakah kamu tenang di sana? Ku harap begitu. Minggu kemarin aku ke rumah mu, kata mamah kamu sangat menyukai bawang bombay yang sengaja kamu petik dari kebun dan kamu taruh digelas yang berisikan air. Kata mamah juga, kamu suka mengajak bicara bawang bombay dan tersenyum sampai tertawa dengan riangnya. Apakah sesepi itu dirimu di dunia ini, sehingga aku saja tidak cukup membuatmu tertawa bahkan tersenyum sedikitpun?.
Setelah kejadian 2 tahun silam otakmu mulai goyah tertimpa batu besar di Pinggir Sungai Bahtera sana. Aku seakan tak percaya dengan kejadian 2 tahun silam hingga membuatmu memiliki dunia sendiri dan akhirnya meninggalkan kami semua.
Dulu kamu bilang bahwa jangan pernah jadikan aku sebagai prioritasmu, tapi hatiku mengatakan bahwa kamu adalah alasanku untuk hidup. Kamu bersusah payah memulihkan ingatanku sebelum kamu ditimpa musibah. Kita dipertemukan karena takdir bukan? Dan aku mempercayakan Tuhan itu Sang Maha Cinta sehingga aku dan kamu dipertemukan dalam gubuk yang berbeda. Tapi kenapa Tuhan mengambilmu lebih cepat dari yang ku bayangkan? Apakah Dia hanya menguji cintaku padamu, Jika benar maka bangunlah dari kematianmu !
Memang aku terlalu egois dalam perasaan ini. Aku baru sekejap merasakan bahagia, kenapa kamu pergi tanpa pesan? Apakah ini sebuah permainanmu?
Sayang, jika benar ini sebuah permainanmu maka buatlah jalan keluar untukku. Aku ingin keluar dari labirin cinta yang tercipta akan kedengkian dan kebencian yang ku ciptakan ini. Aku sudah lelah mengejarmu dalam mimpi, tolong jangan hantui perasaan ini lagi.
Rinduku sekarang mulai pergi dan menetap di pemakaman ini. Kamu selalu memintaku untuk mengirim bunga mawar hitam dan menyuruhku untuk menaburkannya beserta do'a ke atas makammu. Tak bosan aku melakukan ini semua setiap hari, mawar hitam kesukaanmu yang sengaja kamu tanam dan kamu rawat sungguh tidak sia-sia, sekarang dia mengharumkan dan menghiasi makammu dengan kecantikan dan aromanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar