Oh iya sudah berapa kali aku
meneteskan air mata untuk kau yang tak pernah jadi nyata? Aku selalu
menjengukmu, tapi kenapa kau masih diam membisu? Beku seperti api, itulah kau
!.
Aku yang selalu menghiasi
makam mu dengan do'a sekaligus bunga mawar yang berwarna hitam seperti
kebencian akan dirimu dengan cinta. Apakah kamu tenang di sana? Ku harap
begitu. Minggu kemarin aku ke rumah mu, kata mamah kamu sangat menyukai bawang
bombay yang sengaja kamu petik dari kebun dan kamu taruh digelas yang
berisikan air. Kata mamah juga, kamu suka mengajak bicara bawang bombay dan
tersenyum sampai tertawa dengan riangnya. Apakah sesepi itu dirimu di dunia
ini, sehingga aku saja tidak cukup membuatmu tertawa bahkan tersenyum
sedikitpun?.
Setelah kejadian 2 tahun silam
otakmu mulai goyah tertimpa batu besar di Pinggir Sungai Bahtera sana. Aku
seakan tak percaya dengan kejadian 2 tahun silam hingga membuatmu memiliki
dunia sendiri dan akhirnya meninggalkan kami semua.
Dulu kamu bilang bahwa jangan
pernah jadikan aku sebagai prioritasmu, tapi hatiku mengatakan bahwa kamu
adalah alasanku untuk hidup. Kamu bersusah payah memulihkan ingatanku sebelum
kamu ditimpa musibah. Kita dipertemukan karena takdir bukan? Dan
aku mempercayakan Tuhan itu Sang Maha Cinta sehingga aku dan kamu dipertemukan
dalam gubuk yang berbeda. Tapi kenapa Tuhan mengambilmu lebih cepat dari yang
ku bayangkan? Apakah Dia hanya menguji cintaku padamu, Jika benar maka bangunlah
dari kematianmu !
Memang aku terlalu egois dalam
perasaan ini. Aku baru sekejap merasakan bahagia, kenapa kamu pergi tanpa
pesan? Apakah ini sebuah permainanmu?
Sayang, jika benar ini sebuah
permainanmu maka buatlah jalan keluar untukku. Aku ingin keluar dari labirin
cinta yang tercipta akan kedengkian dan kebencian yang ku ciptakan ini. Aku
sudah lelah mengejarmu dalam mimpi, tolong jangan hantui perasaan ini lagi.
Rinduku sekarang mulai pergi
dan menetap di pemakaman ini. Kamu selalu memintaku untuk mengirim bunga mawar
hitam dan menyuruhku untuk menaburkannya beserta do'a ke atas makammu. Tak
bosan aku melakukan ini semua setiap hari, mawar hitam kesukaanmu yang sengaja
kamu tanam dan kamu rawat sungguh tidak sia-sia, sekarang dia
mengharumkan dan menghiasi makammu dengan kecantikan dan aromanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar