Sore itu tiba saat aku di PERSIMPANGAN JALAN. Disana orang sangat ramai sekali. Hingga pada waktu sang surya menyapa langit dan membelai bumi. Aku bimbang dengan perasaan yang menyapa ku saat ini. Hujan pun datang dan membelai tubuhku, tetes-tetes hujan menusuk tepat di jantung hatiku. Saat ku terbuai akan indah nya cinta. Aku lupa dengan siapa aku ini?
Sudah lama aku tak merasakan indah nya. Rasanya aku seperti terlahir kembali melihat dunia yang sangat indah. Ku tatap mega yang tersenyum melihat ku sembari meneteskan air di matanya. Aku menyukainya, sungguh aku menyukainya pada waktu itu. Tapi setelah dia mengeluarkan aku dari hidupnya aku HANCUR, sangat HANCUR !!
Kini aku hanya bisa terdiam di PERSIMPANGAN JALAN itu. Hanya air mata mega yang berjatuhan menemani dan menyusuri setiap sudut tubuhku, serta bisikan angin yang membuat tubuh ku meronta kesakitan. Aku pun terbawa dalam air mata mega merasakan air matanya yang jatuh ke badan ku. Mata ku terpejam menikmati air mata mega, hingga aku tak sanggup tuk mengeluarkan air di mataku. Air mataku dan air mata nya pun menjadi satu. Aku lelah! Sangat lelah. Lelah hati, lelah fikiran, lelah jiwa dan lelah dengan air mata !
Aku mencoba bangkit dari tempat itu, dan meninggalkan semua luka lara yang hadir di benak ku. Aku ingin berdiri dan menyusuri jalan Kebahagiaan. Aku ingin bangkit dari keterpurukan! Hingga aku meninggalkan tempat itu di PERSIMPANGAN JALAN dan aku TINGGALKAN HATI disana! AKU TINGGALKAN HATI disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar