Sabtu, 05 Oktober 2013

Rumah Ini Seperi Neraka

  Sore itu sepertinya awan tak bersahabat karena mendung, syukurlah kami tiba di rumah baru dengan badan dan perkakas yang cukup basah karena depan jalan sana hujan. Akhirnya kami keluar dari kandang Singa itu! Dan kami bebas. Ku pandang Mata Mama yang berkaca-kaca dan senyum di bibirnya. Ku tatap setiap sudut rumah baru ini, ada kejanggalan di benak ku. Waktu pertama melihat dan masuk ke rumah baru ini aku seperti pernah mengalaminya, bisa di bilang DeJavu. Rumah ini kusam, tidak terawat. Aku melihat ke bagian kamar mandinya sungguh menyeramkan bagiku saat tak ada lampu.

Hujan diluar sana semakin lebat. Akupun terbaring di atas kasur yang lumayan basah itu. Ku pejamkan mata sekejap dan sambil berkhayal. Akhirnya aku terbebas dari beban fikiran yang menyiksa selama hidupku! Aku bahagia terhindar dari cercaan orang-orang seperti di kandang Singa itu!. Begitu pula dengan Mama ku. Aku sakit hati jika kami masih tinggal di kandang Singa itu, berbagai caci dan maki di lontarkan oleh mulut Srigala berbulu Domba! Yang membuat jatuhnya air mata Mamaku! Yang membuat sakit hati Mama dan keluargaku. Waktu di kandang Singa, kami seperti sampah yang tak berguna! Di injak, di cerca, di maki, di bully, serta terlontar dari mulut Srigala itu adalah kata BANGSAT! yang sampai kapanpun kata itu tidak akan terlupa di fikiranku.
Air mata ku keluar, sudah cukup aku dan keluarga hidup menderita. Kini saat nya kami bahagia!


Aku beranjak dari kasur tersebut, dengan sembunyi ku seka air mata yang membasahi pipiku agar Mama tak melihat aku menangis. Semua barang pun di susun dengan apik oleh Mama.

Waktu pun berjalan dengan cepat. Ku kira dengan bebasnya aku dari kandang Singa itu aku bahagia! Ternyata tidak! Rumah ini seperti neraka! Terasa panas jika orangnya cukup. Adu mulut pun sering terjadi di antara aku dia dan mereka. Seperti ada yang menghasut untuk tidak damai.

Rumah ini sungguh aneh bagi keluargaku. Padahal setiap hari rumah ini pasti ada yang sholat di dalamnya, membaca Al-qur'an dan sebagainya. Tapi kenapa? Rumah ini sangat menyakitkan hati!
Mama dan Ayah selalu bertengkar, sering adu mulut. Kami sering bertengkar jika permasalahan pasti tidak sejalan dengan fikiran masing-masing. Itu yang membuatku terheran-heran. Tidak ada yang mau mengalah dan intropeksi diri masing-masing, semuanya egois termasuk aku. Aku juga bingung dengan sifatku selama ini. Apakah aura negatif dari rumah ini? Entahlah, I'm not understanding.

Setiap aku berada di rumah pasti aku merasa di sekeliling rumah ini banyak sekali orang-orang yang bermain serta bersenda gurau. Di teras rumah ini seperti ada anak-anak yang bermain gembira. Namun, setelah aku lihat ke jendela tidak ada satu orangpun yang terlihat! Itu hanya sugesti saja (pikirku).

Sekitar pukul 03.36 pagi aku bangun dan menuju ke depan TV, di situ aku duduk sembari membaca buku untuk ulangan hari ini. Ketika pukul 04.00 tiba aku  membaringkan badan dan mulai terlelap. Entah kenapa di belakang ku ada 3 orang remaja laki-laki yang lewat di belakang kepala ku sambil bersenda gurau menuju ke pintu untuk keluar. Roh ku meloncat dari raga ku menuju ke jendela untuk melihat kejadian di luar sana. Subhanallah banyak sekali orang-orang yang bersenda gurau. Ku lihat di sekeliling jalan itu, tapi kenapa hanya di depan rumah ini yang ramai? Dan suasana yang kulihat adalah waktu sore. Akupun bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Perasaan tadi itu jam 04.00 pagi tapi kenapa ini? Dan aku sadar aku berada di Alam mereka. Aku tak berani membuka pintu karena aku takut kalau saja tak bisa kembali ke dunia ku lagi. Dan ada seorang anak laki-laki yang memperhatikan aku, langsung aku terkejut dan menutup dinding itu. Akupun menuju ke raga ku yang terbaring itu. Setelah menyatu aku langsung terbangun dan berkata Astagfirullahal'adzim. Ternyata di depan rumah ini tempat orang sana bermain-main. Makanya sering ku dengar ada suara-suara yang ramai. Kebetulan saat itu kakak ku bangun untuk ngechar Hp nya. Dan kakak ku melihat saat aku bangun secara tiba-tiba serta di tanya Ada apa dengan ku? Tapi aku menjawab tak apa. Akupun menuju kamar dan melanjutkan tidurku.


 Siangpun tiba, aku mulai resah dengan rumah ini. Tapi aku harus yakin bahwa Allah selalu menjaga aku dan keluargaku. Asalkan kita jangan mengganggu mereka, maka mereka tidak akan mengganggu kita ataupun sebaliknya. Kuceritakan kepada kedua orang tuaku, namun sayang cuma kakak ku saja yang mempercayai itu. Ayah dan Ibuku menganggap bahwa aku hanya mimpi saja.

Lama kelamaan rumah ini semakin panas. Banyak kejadian aneh yang aku dapati. Ayah dan Ibu saling berselisih faham, membuat aku tak kuasa mendengar ocehan keduanya. Hampir setiap hari mereka bertengkar. Jarang sekali akrab. Kasih sayang kini telah memudar dan di ganti oleh kebencian! Setan apa yang merasuki hati semuanya? Sehingga berubah seperti ini?

Setiap sholat, ku tadahkan tangan dan aku berdoa. Semoga Allah selalu memberikan kasih sayang di antara keluarga kami dan menghapuskan kebencian serta kemurkaan yang ada di dalam hati masing-masing.
Aku mencintai keluarga ku Ya Allah. Jangan kau pecah kan keluarga hamba ini hanya karena kesombongan dan kemurkaan belaka! Satukan lah keluarga kami Ya Allah. Satukanlah seperti dahulu. Dan berikanlah kasih sayang di hati kami masing-masing. Agar kami dapat hidup damai dan tentram!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar