Aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan, saat kau terlelap dan bersender dipundak teman ku itu. Hanya kata kagum saat melihat mu tersenyum kepada dia tapi bukan kepadaku. Sungguh ku menyukaimu. Namun ku takut, takut dengan semua kejadian masa lampau yang masih menggerogoti fikiranku. Ku takut itu terulang kembali. Di saat aku benar-benar mencintai seseorang, dia pergi dengan alasan sudah tidak ada lagi cinta dihati.
Memutuskan dengan sepihak itu sangat membuatku hancur. Seakan akan aku merasa wanita yang kurang beruntung dimuka bumi ini. Akan tetapi, ku berfikir mungkin Tuhan tak mengizinkan aku dengannya lagi. Mungkin aku terlalu baik untuknya sehingga dia tak sanggup memerima kebaikanku. Satu hal yang ku takuti adalah saat dia memutuskanku dan kembali lagi dengan sang mantan yang pernah dicacinya dan dibeda-bedakannya dihadapanku. Entahlah aku tak mengerti apa maksudnya?
Hari-haripun semakin terasa sesak saat aku sadar diri bahwa aku memang wanita yang alay, lebay, manja, dan membuat semua orang merasa ilfil kepadaku. Mungkin saja karna sikapku yang jorok dan omongan kadang nggk bisa ngerem.
Sebenarnya ini postingan apa sih? Curhat? Entahlah. Apa yang jemariku ketik itulah hasilnya. Aku juga bingung ini postingan bermanfaat atau tidak? Ya kalo bermanfaat boleh lah kita kenalan terus berteman deh. Kalo ini postingan tidak bermanfaat atau hanya sampah belaka saja, ya aku nggak peduli. Kenal aja kita nggak. Buat apa? Ah sudah lah. Yang pening intinya ini hanya sekedar curhat mungkin. Begini nih ceritanya.
..........
Mending lu baca aja sana paragraf pertama. Itu adalah ide pokok dalam postingan gue. Dan paragraf yang lainnya cuma hanya sekedar menghiasi isi postingan gue kali ini aja. Seperti halnya lelaki yang gue kagumi dari kejauhan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar