Selasa, 30 Juli 2013

Di Bawah Paparan Pekatnya Malam

Banjarmasin,27-29 Juli 2013
Tempat:    Lapangan Murjani BanjarBaru dan Siring dekat kantor Gubernur Banjarmasin


Memang dunia sudah tua.
Dunia sudah berubah, dunia mulai labil. Kota ku yang indah dan asri kini mulai tercemar. Tercemar oleh Pekatnya Malam. Dipekat Malam banyak kejadian yang memilukan. Saat ku tatap langit, adakah setitik cahaya disana? Ada. Tapi seperti hitam kelabu. Membuat kami semua lupa dengan dunia. Dunia terasa milik kami sendiri! Sehingga orang-orang banyak melakukan hal yang membuat dirinya senang di Pekat Malam. Termasuk aku ! Aku ingat saat bersama nya, saat berada di bawah paparan Pekatnya Malam. Sungguh indah ! Tapi perbuatan itu mengundang nafsu dan kesenangan semata. Astagfirullah. Kini aku mengerti tentang kisah Pekatnya Malam. Kota ku yang indah kini tak berarti lagi, di selimuti oleh pekatnya malam. Pekatnya Malam membuat ku tertarik untuk menceritakan nya pada semua kalangan remaja. Ingin ku tulis menjadi sebuah coretan abstrak yang mungkin tidak banyak orang berminat membacanya! Karna judulnya PEKAT MALAM ! Hanya orang yang berilmu lah yang tau apa arti dari PEKAT MALAM.

Disana aku melihat banyak sekumpulan remaja dan dewasa yang sedang bercinta. Seakan dunia miliknya berdua. Berpelukan, ada yang merangkul, bahkan ada yang berciuman di bawah paparan Pekatnya Malam dan di hiasi dengan kembang api yang menyala dan letusan suaranya serta asap yang mengepul di sekeliling itu. Tanggal 27 juli kemaren aku pergi ke Banjarbaru untuk melihat Tanglong (sebuah acara yang diadakan setiap Lailatul Qadar). Aku kesana memakai motor dengan teman dan sepupu perempuanku. Dalam perjalanan kami banyak melihat dua sejoli yang sedang menuju Lapangan Murjani Banjarbaru. Aku sudah terbiasa dengan pemandangan itu, lain halnya dengan sepupuku tadi. Dia tidak biasa, maklum lah dia orang Hulu Sungai atau bahasa kasarnya ya orang Kampung dan satu lagi dia lulusan Pasantren. Di perjalanan dia menganggap semua Wanita di Banjarmasin "nakal" semua, pergaulan yang bebas dan menganggap itu hal yang biasa. Lain hal nya di Kampung, di kampung orang nya pada alim semua, tidak ada yang berbuat seperti itu. Sontak saja aku membela perempuan di Banjarmasin karena aku seorang perempuan asli Banjarmasin. Namun riset membuktikan lain. FAKTAnya PEREMPUAN Zaman sekarang di mana-mana sama saja. Tetapi tinggal kita yang menentukan itu baik atau buruk? Halnya cukup simple perempuan di Banjarmasin Dianggap "nakal" oleh orang kampung karena disini Berpacaran secara terang-terangan lain halnya di Kampung berpacaran secara sembunyi-sembunyi. Menurut ahlinya  berpacaran secara sembunyi-sembunyi itulah yang berbahaya.

Kembali ke cerita awal:
Sampailah kami di Lapangan Murjani Banjarbaru. Disana kami bagaikan semut yang menanti sisa-sisa makanan dari manusia. Karena banyak sekali orang-orang. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua. Berjejalan di atas hamparan rerumputan dan berada di bawah paparan Pekatnya malam serta di hiasi dengan keramaian dan ledakan kembang api yang cahayanya mengepul diudara diiringin dengan bunyi yang membuat telinga tuli mendengarnya. Suasana pun semakin ramai saat jam menunjukkan 00.00. Letusan kembang api pun di rendahkan menuju sasaran. Saat berjalan melihat kembang api kami pun terkena percikannya. Terasa sakit dan perih di bahu dan perutku akibat letusan itu. Orang-orang pun berlarian menghindar begitu pula dengan kami. Seperti perang memperebutkan wilayah saja.

Kami rehat sejenak di dekat parkiran karena keadaannya di situ jauh dari letusan kembang api. Tak terasa jam pun menunjukkan 01.11 kami pun bergegas menuju parkiran awal untuk pulang. Kami pulang tidak ke rumah masing-masing, tapi kami menginap di tempat keluarga ku yang jaraknya tidak jauh dari Lapangan Murjani.
Pukul 01.59 kami sampai di rumah keluargaku. Disana kami istirahat dan makan sahur bersama. Setelah sahur kami tertidur pulas sampai pukul 08.01. Teman-teman ku semua di suruh pulang oleh orang tuanya, walaupun badan ini seperti habis terhempas di batu karang tapi kami harus pulang.


Kejadian itu tidak membuatku jera. Ternyata tanggal 29 Juli Aku pergi dengan teman akrabku sewaktu di SMP. Dia bernama Fatma. Sebenarnya masih banyak teman Fatma yang ikut tapi aku tidak ingat namanya. Malam itu kami pergi ke tempat es cream yang bernama Hula-Hula. Ya aku sih gratis karna di traktir haha. Setelah selesai kami menuju Siring dekat Mesjid Sabilal di sana banyak orang seperti di Lapangan Murjani kemaren. Tak lama pun mamanya Fatma menelpon menyuruh pulang karena jam menunjukkan pukul 22.00. Kami berjalan sebentar melihat keramaian setelah itu kami menuju pulang. Aku pun tak puas dengan itu, aku tak mau pulang kerumah. Ku sms teman lelaki ku waktu SD dulu untuk menjemputku di depan SMPN7 Banjarmasin. Dia pun menjemputku dan kami pergi ke tempat itu lagi. Teman ku yang bernama Fatma sudah pulang kerumah.Sementara aku masih di siring dengan teman ku. Aku duduk dan menikmati pemandangan kembang api di sana. Banyak orang yang berpacaran, sementara aku? Aku tidak berpacaran walaupun aku pergi dengan teman lelaki ku. Sudah menjadi pemandangan biasa bagi ku sepasang sejoli merajut asmara di bawah Pekatnya Malam. Kami berjalan berdua sekedar menghilangkan kekesalan semata. Sampai pada akhirnya aku merasa bosan, melihat orang berpacaran. Seraya teman ku berkata (Rami jua ih bisi pacar ni lah) " Enak juga ya punya pacar" aku pun tertawa mendengar nya tak ada kata sedikit pun untuk menjawab perkataannya tersebut.
Hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 11.30 akupun mengajaknya pulang dan mengantarkan ku kerumah keluarga ku.

Itulah sedikit kisah Pekatnya Malam. Begitu hitam legam nya keadaan di suasana tersebut. Aku seperti mimpi berada disana. Dengan ini ku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Hingga aku tak merasa lelah sedikitpun. Ku kumpulkan sedikit demi sedikit kisah teman-temanku hingga menjadi tulisan yang mungkin orang menganggapnya biasa saja, namun bagi ku tak ternilai harganya. Banyak teman banyak pengalaman yang ku raih. Bermacam-macam teman yang ku jumpai hingga ku rangkum menjadi satu untuk menuju Hidup ku yang lebih baik dan bermakna !
Terimakasih telah mengunjungi bacaan ku hari ini ^_^ Semoga Allah selalu melindungi kita semua dengan CahayaNya. Aminn Ya Rabb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar