Selasa, 03 Desember 2013

Cinta Berawal dari WeChat

Tepat nya hari itu hari ke2 lebaran. Hari di mana yang sangat membosankan bagi ku karena tidak ada teman yang bisa di ajak jalan. Rencana nya sih mau ke Kota Citra Graha dengan Fatma, tapi karena dia juga sibuk ya dibatalin deh. Padahal aku sedang berada di rumah kakak nya ayahku, ngapain aku disana? padahal aku juga gak mau kesana jauh nya kebangetan. Karena ngantar sepupu ku yang udah satu bulan nginap di rumah aja sih. padahal males banget ketemu sama semua orang yang ada dirumah situ. lah kenapa cerita nya begini sih? next!!

Setelah aku mengantarkan dia, aku pun singgah di rumah adeknya mama ku. Mama ku juga ada disana. Mama bertanya kepada ku apakah sudah berangkat sepupu ku tadi. dengan singkat ku jawab "iya".
Mama melihat ke mata dan wajah ku yang pucat pasi karena akhir-akhir ini aku jarang tidur. Mama menyuruh aku tidur walaupun sebenarnya itu baru jam 11 siang. Akupun tidur, sebelumnya aku main hape dulu dan membuka aplikasi WeChat. Aku mau cari teman dengan cara Look Around. Setelah itu aku terlelap.

Cukup lama aku terlelap, sekitar jam 3 sore aku baru bangun. Mataku kembali bugar lagi saat bangun tidur. Setelah aku tidur aku masih di rumah adiknya mamaku. Ku cari orang di dalam rumah tidak ada satu orangpun. Aku mulai keluar dan mencari makan. Karena dalam satu gang itu adalah keluarga ku, tentu saja aku tak sungkan kalau minta makan.

Senjapun mulai tiba. Orang dirumah sini juga sudah datang. Ba'da magrib aku mulai pulang kerumahku. Dirumah juga sepi, hanya aku yang ada saat itu. Mamaku masih ditempat adiknya, beliau nginap di sana. Kakak ku entah kemana dan ayahku ke kampung halaman untuk bertemu dengan nenek ku.

Dirumah aku terbaring lesu. Dan apalagi ku lakukan selain main handphone? Ya aku mulai membuka WeChat dan melihat siapa saja yang minta di konfirmasi. Setelah ku lihat ternyata ada yang uname nya 'Atta' ku lihat fotonya cukup keren juga ya pertama ngeliat foto jujur aja sih WOW karena aku liat jaket nya haha. Dari sekian orang yang minta konfirmasi cuma dia yang aku konfir, walaupun pesan singkatnya cuma empty hadehh.

Dia pun mulai chat aku, pertama chat itu dia langsung sok kenal dan sok nebak. Katanya kalau di artikan sih begini : "Kamu orang yang di mall tadi ya? Makasih ya udah ngonfir" ya seperti itu lah, aku juga lupa gimana hehe.
Ya aku bingung aja, perasaan aku gak ada ke mall deh, mungkin ni orang saraf kali.
Ya aku balas aja bukan, terus dia balas lagi "Yah bukan, maaf ya aku mengira kamu cewe yang di mall tadi". Sebenarnya aku merasa sedih dan kecewa juga sih karena merasa dia me add itu hanya karna cewe di mall itu. Ya tapi bodoh amat, aku chat aja dengan dia lagian orang nya asik.

Beberapa hari ini aku chat selalu dia temenin, yang aku heran dia itu gamer atau apa sih? Dia bilang dia suka main game sampai gak tidur. Tapi kok dia sering balas chat aku? Yah aku tanya aja, katanya sih kalo aku yang ngechat ya dia balas dan berhenti sejenak dulu main game nya. Hari-hari ku pun selalu dia temenin, aku juga bingung kenapa aku suka chat dan cerita dengan dia. Dari sekian chat yang ada cuma dia yang sering ku balas. Entah mengapa hati ini nyaman dengan nya. Aku merasa aku terhipnotis oleh nya *alaybangetyahkatakatanya*. Akupun sering cerita ke dia, terkadang aku menganggap dia kakak ku sekaligus teman curhat ku.

Lama-kelamaan hati ini mulai merasa ingin memiliki, tapi aku takut untuk bilang. Dan aku rasa aku terlalu cepat untuk jatuh cinta seperti ini. Aku tidak bisa memungkiri, saat dia tak ada ngechat aku dan tidak membalas chat aku, rasanya aku kesepian dan merasa resah. Cukup aku pendam saja perasaan itu dan akhirnya dia balas chat ku, aku merasa bahagia dan tenang. Aku juga bingung dengan perasaan ini. Saat dia tidak balas chat nya, aku berkunjung ke moment WeChat nya. Ternyata dia ada membuat danboo dari kertas dan memasang iklan ingin menjual danboo itu. Menurut ku yang paling bagus itu danboo Doraemon. Aku coba untuk menanyakan dan meminta dengan nya dengan percuma.
Perjuangan ku tidak sia-sia dan dia memberikan ku dengan percuma.

Pada saat hari minggu kami ketemuan di depan komplek Mandiri, dia pun menunggu aku di situ. Jujur saja aku sangat gugup bertemu dengan nya, jantungku berdetak kencang saat menatap matanya. Oh Tuhan, aku tak salah lihat inikah dia? Bentuk wajahnya seperti aku pernah mengenalinya tapi aku lupa dimana bertemu. Alis matanya lebat dan bibirnya indah saat ku lihat nya tersenyum kepadaku. Perawakan nya juga kurus dan tinggi, aku sangat menyukai lelaki yang kurus dan tinggi. Ya seperti Atta ini. Dia pun mulai menunjukkan kepadaku danboo itu dari dalam tas. Aku tak berani terlalu memandang matanya. Matanya sungguh indah bagiku. Tubuhku mulai gemetar dan jantungku berdetak kencang seperti selesai lari 100 km saja. Lalu aku pun bilang kepadanya mau kerumah temanku yang ada di komplek. Lantas saja dia pulang dan melanjutkan pekerjaan nya.

Saat itu aku sangat bahagia. Tak ku sangka dia memberi ku danboo itu dengan percuma. Apakah dia juga ada rasa dengan ku? Entahlah. Hari-hari terasa indah saat dia balas chat ku. Aku pun bimbang dengan perasaan ku.

Entah mengapa teman ku waktu SMP yang bernama Hilya sms aku yang isi nya "Need someone?" Dan waktu itu aku juga lagi butuh seseorang, aku iyakan saja. Ya aku kenalan saja sama teman pacarnya itu, namanya Agus. Orang nya asik, tapi sayang dia sok ngatur. Aku nggak suka dengan orang sok ngatur hidupku. Dari pertama kenal aja dia udah berani ngatur sikap aku. Aku cuma diam saat di aturnya, nggak mau nurutin dan nggak mau ngebantah. Aku pikir dia siapa? Hanya seseorang yang baru ku kenal saja.

Ulang tahun Hilya pun tiba saat itu, aku disuruh ngatur untuk memberi kejutan kepada Hilya oleh si Putra(pacarnya Hilya). Dengan Putra dan Agus aku merencanakan kejutan itu. Tapi sayang, tidak ada kejutan. Yang ada hanya karaoke kami berempat, tentu saja si Putra yang nraktir.

Singkat cerita:
Hatiku bimbang, memilih siapa? Aku harus bagaimana? Sedangkan deddy teman chat ku dulu juga suka dengan ku, tapi dia tidak berani bilang. Ya aku anggap saja dia pengecut, mungkin karna takut di tolak. Lagian aku juga nggak ada perasaan apapun dengan nya.

Waktu disekolah pun aku menceritakan semua kisahku dengan Merry. Aku bingung memilih antara Atta atau Agus. Atta ku lihat dia tidak serius dengan ku, dan cuma nganggap aku sebagai teman aja. Tapi hatiku yakin dia suka dengan ku. Namun yang ku benci darinya itu sikapnya terlalu dingin dengan ku!
Sedangkan Agus? Tentu saja dia menyukai aku, dia sudah bilang lewat sms. Tapi aku mau nya dia mengatakan nya dengan cara yang membuat ku yakin. Merry cuma menanyakan kepadaku apakah aku juga menyayangi Agus? Aku jawab dengan bimbang Aku juga sayang dengan nya, namun dalam hati ku berkata : tapi tak sebesar sayang kepada Atta. Hatiku menginginkan Atta. Aku sudah mencintainya, aku merasa nyaman dengannya, aku nyaman bercerita dengan nya. Tapi dia tidak peka dengan semua sikap ku.

Aku tau selama ini Agus memaksa mengajak aku ke Pantai supaya dia mengatakan perasaan nya kepadaku. Padahal aku hanya mencegah nya supaya dia tidak menembak ku. Supaya dia menyadari aku cuma hanya menganggapnya teman. Maafkan aku Gus telah menyakiti perasaan mu, aku tidak bermaksud menyakiti hati orang lain. Tapi aku hanya tidak suka dengan orang yang memaksaku hidup di dunia nya dan memaksaku keluar dari duniaku.


Aku tidak kuat lagi memendam perasaan ini, dan ku tanya saja sama Atta apakah dia menyukaiku? Dan ternyata dia juga menyukaiku. Tapi kenapa sikapmu terlalu dingin kataku? Bukan sikapku yang dingin, tapi aku melihat sikapmu seperti mau mempermainkan ku, aku nggak yakin kamu menyukai aku katanya. Dari situ kami saling terbuka tentang perasaan kami berdua. Aku juga nggak tau kapan dia menyatakan perasaan nya kepadaku. Menurut ku dia hanya bercanda gurau. Ya aku ikuti saja permainannya.

Siang itu setelah pulang sekolah dia menanyakan kepadaku apakah aku sudah makan? Aku bilang belum. Dia pun mengajak aku untuk makan sambil ketemu. Aku cuma mengiyakan saja, dia menjemputku. Kami pun makan bakso yang ada di pinggir jalan itu. Sebelumnya aku kerumah merry dulu untuk mengembalikan sendal yang ku pinjam.

Akupun bersikap seadanya di depannya. Aku cuma mau ngetes dia apakah dia orang nya mengatur. Tapi sebelumnya sudah aku tes dia orang nya acuh saja. Dan ternyata sama, dia acuh dengan sikapku dan penampilan ku. Dia tidak ada protes apapun. Begitupun sebaliknya.

Hari-hari pun ku lewati, semakin hari aku dan dia semakin gila saja. Karena dia juga asik di bawa bercanda. Aku bahagia memilikinya. Dia mengerti semua maksud ku. Aku sering bercerita dengan nya. Terkadang dia meledek ku sambil tertawa sembari senyum kepadaku. Aku senang dapat senyum darinya. Aku nggak mau nyakiti hatinya. Dia tidak hanya aku anggap sebagai kekasih ku saja. Tapi dia aku anggap sebagai kakak, teman, sahabat, kadang aku melampiaskan semua emosi dan amarah ku kepadanya. Tapi dia hanya diam dan memberi nasehat kepadaku. Dia nggak pernah kasar dengan ku, mungkin karena dia sudah dewasa. Dia mengerti sifat kekanakan ku.


Cintaku kepadanya tidak dapat aku jabarkan melalui kata-kata dan tidak bisa aku jelaskan dengan bicara. Tapi hanya dapat dirasakan saja. Cinta datang dan pergi itu kita tidak tau kapan, dengan siapapun dan dimana pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar