Minggu, 07 September 2014

Saat Bicara Tak Didengar

Kucoba untuk mengerti dan terus pahami sifat beliau yang sangat keras kepala saat aku mulai berkata jujur. Jujur untuk meminta izin saat aku ingin pergi dengan lelaki itu. Tapi nyatanya beliau tak mengizinkan dan terus menyanggah pernyataan ku. Apa ku salah belajar untuk berkata jujur walau itu menyakitkan hati?
Kini ku mulai beranjak dewasa. Dimana orangtua harus ekstra hati-hati menjaga gadis belia seperti ku ini. Tapi salahkan aku menentukan pendapatku tentang pergi keluar hanya untuk mencari kesenangan? Bukan kesenangan yang mengarah negatif di pikiran ku, tapi kesenangan untuk mengenal pernak-pernik dunia diluar sana.
Seorang Ayah yang sangat takut anak gadisnya kenapa-kenapa itu hal yang wajar. Tapi alangkah baiknya beliau mengizinkan aku untuk pergi dengannya? Aku tak akan mengecewakan beliau saat aku sampai rumah nanti. Namun beliau tetap bersikeras untuk melarang ku. Sedangkan Mama? Mama selalu mengizinkan apa yang aku lakukan, dengan catatan aku harus BISA menjaga diriku supaya tetap BERHARGA. Takkan ku kecewa kan Mama yang selalu mendukung aku dalam bidang apapun. Mama percaya bahwa kelak aku akan menjadi orang yang sukses jika diriku tak mempermainkan perasaannya.

Sedangkan Ayah selalu keluar kata cacian di mulut nya. Itu yang selalu membuat ku rapuh. Membuatku patah semangat akan ap yang hasil ku kerjakan. Ayah selalu menuntut ku untuk menjadi apa yang beliau inginkan bukan menjadi apa yang aku inginkan.
Terkadang ku membenci sosok Ayah yang terlalu posesif terhadap anak gadisnya. Bukan sayang itu namanya kalau terlalu mengekang, sayang itu cukup dilandasi dengan kepercayaan saja. Ku ingin mengatakan semua apa yang aku tidak suka dalam diri beliau. Tapi bicara ku percuma, pendapatku dianggap salah besar. Dan hanya bicara beliau saja yang harus dilaksanakan. Ayah tidak mengerti apa yang aku rasakan sampai sekarang:')
Namun ku hanya berdo'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dihilangkan sifat dan sikap beliau yang hanya mengutamakan ego beliau saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar