Selasa, 25 November 2014

Cahaya dalam Kabut

Mulai ku buka bilik dunia yang hampa
Dunia yang masih bersih seperti kanvas tak berwarna
Tak ada titik dan garis di dalamnya
Seperti patung yang tak bernyawa
Dunia kelam tanpamu
Dunia rusuh jika tak ada jasamu
Dunia rapuh bila tak ada ilmu
Pikirku melayang, membayangkan sosok yang menyeramkan
Menikam dari belakang, yang memaksaku sukses kedepan
Sosok menyeramkan itu berubah menjadi malaikat penerang
Mengubah kasar menjadi kelembutan
Mengubah aroma busuk menjadi keindahan
Mengubah kegelapan menjadi terang benderang
Kanvas ku mulai terisi
Terisi akan titik yang menjadi satu
Membentuk layaknya permukaan bumi
Dihiasi oleh warna pelangi dan berseri
Tanpa sosok yang salah ku deskripsi
Kini akhirnya ku sadari
Dia lah yang menerangi pelita hati
Mendikte semua kata yang tak ku pahami
Membakarkan semangat juang yang tinggi
Memberikan ilmu yang pasti
Menyalakan lentera diotak yang susah dimengerti
Abaikan semua lelah yang menghampiri
Membimbing menuju surganya untuk menggapai cita-cita di langit tertinggi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar