Tuhan aku sadar sudah menyakiti hatinya, menguras seluruh otaknya untuk memikirkan aku, memaksanya untuk mengikuti kegiatan ku, dan membuatnya membenciku, hmmm aku sadar sudah merebut waktu yg dia punya, merampas kebahagiaannya, dan memercikkan cemburu dicintanya. Maafkan aku sudah berbuat keributan dihubungan ini, aku tidak bermaksud begitu, semua terjadi begini adanya. Maafkan aku sudah merusak cinta ini, aku sudah rapuh akan semua, tidak kuat menahan emosiku. Semua kata tidak mampu mengutarakan isi hati aku saat ini. Yang ku tau hanya kamu membenciku udah itu aja.
Mau kamu ngejudge apa juga tentang aku, aku nggak bakal peduli. Inilah aku dengan segudang kekurangan ku. Maafkan aku sudah menyayangi kekasihmu. Memang benar aku dan dia pernah menjadi spesial tapi abaikan saja moment itu. Anggap itu tidak pernah terjadi, toh aku dan dia hanya sama-sama pelampiasan. Aku tidak mencintainya begitu pula sebaliknya.
Entah perasaan ini menggebu saat melihat kau berpose ala model di depan kamera. Dibenak ku hanya perasaan jengkel yang menghasut hati ke arah kamu. Ah kenapa ini bisa terjadi? Apa hanya sebatas bisikkan setan? Entahlah aku tidak mengerti.
Decitan suara mu itu laksana burung perkutut yang herkicau di tengah malam. Tidak pantas untuk di perbaharui oleh mulutmu cukup otak mu saja yang mengeluarkan energi negatif itu. Hmm artikel macam apa ini? Kamu tau aku tidak pernah menggoda kekasihmu, tapi kekasihmu sendiri begitu menggoda. Dia memperlakukan ku seperti adiknya sendiri. Itu sebuah tekanan batin bagi kekasihmu karena kamu sudah menganggap hubungan aku dengan kekasihmu itu sebagai selingan dan aku sebagai penggoda. Apakah benar yang kamu dengar dari orang lain atau kamu lihat sendiri? Jika kamu tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi pasti akan lebih sakit dari ini. Sama saat sakit perasaan aku dimana kamu ngejudge aku begitu. Sekarang sudah terjadi bukan hal buruk yang kau hayalkan? Makanya jangan bermain-main dengan ku.
Lama waktu pun mulai ku abaikan. Cerita antara aku, kamu, dia, dan kekasihmu abaikan saja. Toh kita tidak saling mengerti bukan? Hey jangan salah sangka dulu aku cuma ingin menjelaskan apa yang sedang terjadi. Kamu mau tau? Yakin? Ah sudah lah aku tidak akan membuatmu menangis lagi cuma hanya gara-gara aku yang tidak waras ini. Aku sudah cukup menderita dengan permainan kekasihmu itu. Aku cuma ingin dia! Kekasihku bukan kekasih mu. Cuma hal yang terburuk yang pernah kau fitnah itu menjadi kenyataan. Dan aku puas dengan semua nya!.
Maafkan aku, aku sudah menoreh luka di jiwa mu. Mungkin ini rasa sakitku terhadap kamu! Yah kamu siapa lagi? Entahlah diriku lelah dengan masalah yang tak kunjung selesai. Cerca saja diriku di depan semua orang, agar semua orang tahu betapa hinanya dirimu saat merendahkan ku di depan mereka.
Yeahhh salam cinta untukmu.
Tertanda: wanita munafik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar