Minggu, 29 Desember 2013

Kekesalan Ku

Ku ambil secarik kertas dan tinta ku taburkan, bisakah kau mengerti apa yang aku rasakan saat ini?
Hujan turun deras beserta dengan suara petir yang merdu sehingga membuat ku takut mendengarnya. Seakan-akan mewakili perasaan ku yang berkecamuk di dalam dada hingga sesak aku menghela nafas sendiri. Semua lelaki membuat ku kesal hari ini. Dari Ayah kakak hingga kekasihku.

Semuanya membuatku muak, aku diam bukan berarti aku tidak mau menyelesaikan masalah ini. Entah kenapa aku sangat kesal hari ini.
Aku ingin berteriak sekeras-kerasnya. Karena masalah yang tak berujung ini.
Aku benci disaat aku terpuruk seperti ini tidak ada yang menghiburku. Semua sibuk dengan urusan masing-masing. Aku di abaikan.

Melihat makanan saja aku tak ingin, apalagi memakannya. Hati ku sedang remuk seperti batuan yang terkikis air hujan dan panas.
Ingin ku hempaskan badan ini di batu besar sana! Agar tiada orang melihat kesedihan ku. Aku ingin masalah ini cepat berlalu. Seperti angin berhembus. Dan seperti hujan yang mulai reda dihiasi dengan warna pelangi ciptaan Sang Ilahi.

Kenapa saat ku seperti ini kau tanyakan "Apakah kau bosan dengan ku? Apakah kau tidak sayang lagi kepadaku?" Itu selalu keluar dari chat mu kepadaku saat aku sedang terpuruk seperti ini. Atau kata maaf hanya terlontar dari tulisanmu. Dengan kata maaf tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan bisa mengembalikan detik yang lalu. Yang aku ingin hanya kalian menyayangi ku dan menanyakan kabarku saat aku sedang sedih atau diam seperti ini! Menyebalkan sekali.

Aku hanya ingin kamu menyayangi ku dan menghiburku saat aku sedih! Hanya itu saja. Apakah aku terlalu egois ataukah sifat kekanakan ku masih ada? aku hanya butuh teman disini. Teman yang bisa membuat ku tersenyum dan tertawa lepas, meski pun hanya menghilangkan kerisauan ku

Haruskah aku yang menyapa kalian terlebih dahulu? menanyakan kabar kalian atau menanyakan kalian mau pergi kemana? sungguh egois kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar