Jumat, 03 Januari 2014

Wanita Paruh Baya

Di pinggir jalan aku melihat seorang wanita rentan paruh baya mengais sampah berserakan. Dengan sapu dan tenaga seadanya dia mengumpulkan sampah-sampah itu sampai jalanan bersih. Di usianya yang senja dia terus bekerja demi menghidupi anak semata wayang nya yang baru berusia 10 tahun. Dengan bercucurah peluh nya terus menetes dan mata yang seakan berkaca-kaca karena sampah yang sangat banyak di awal tahun ini. Kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah di malam pergantian tahun itu, padahal pemerintah sudah menyediakan tempat sampah disekitar lokasi.

Kulitnya yang kusam dan mulau keriput itu menandakan bahwa dia sudah berumur kepala 5. Dia beristirahat dibawah pohon yang teduh itu sambil menyandarkan diri  dibatang pohon yang besar, serta meminum air putih yang dibawanya dari rumah. Wajah nya yang hitam karena terbakar oleh sinar matahari pagi itu dibuatnya biasa saja. Malahan itu membuatnya semangat untuk menyelesaikan tugasnya dan pulang kerumah untuk beristirahat serta menjaga buah hatinya pulang dari sekolah.

Pekerjaan pun selesai, dia menuju rumah nya yang kumuh itu. Namun rumah itu istana bagi nya dan melindungi dari terik matahari serta dinginnya angin yang berhembus saat hujan. Dengan terkatung-katung kaki yang sudah tua itu berjalan melalui sawah disekitar gubuknya itu. Aku terkejut saat dia terjerembab ke dalam kubungan lumpur yang penuh dengan belut itu, ternyata dia menangkap belut untuk lauknya. Dia bersyukur kepada Sang Ilahi, karena dapat menghidupi putrinya. Dengan bisa makan saja dia sungguh bahagia.

Dia masuk kedalam gubuk yang kumuh dan berantakan itu, mulai menyiapkan makanan untuk anaknya dan beristirahat. Putrinya pun pulang dari sekolah, dia menatatp putrinya dan berdo'a kepada Tuhan agar anaknya ini akan menjadi orang besar. Karena itu dia menamai Mega, berharap saat dia besar akan menjadi orang yang sukses. Dicium serta dipeluknya anak itu dengan cinta. Dan mulai menyuruhnya untuk bersih-bersih untuk sholat,makan dan beristirahat.

15tahun pun berlalu, seorang wanita yang paruh baya itu sudah tidak tidak berdaya lagi. Dia hanya berbaring di tempat tidur dan menunggu anak nya pulang bekerja. Kini hidupnya menjadi sukses, anak semata wayangnya yang dipelihara dengan cintabdan kasih sayang itu kini telah besar dan sukses. Dia bekerja di perBANKan milik swasta yang terkenal di Bandung. Wanita tua yang rentan itu meneteskan air mata pertanda bahwa dia berhasil mendidik anak nya menjadi orang sukses. Kini masa tua nya bisa tersenyum lega karena anak yang di kasihinya menjadi manusia yang berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar